Sebagai orang tua atau pengasuh utama tentu pernah mengalami kesulitan meminta anak mengikuti instruksi yang diberikan misalnya meminta anak makan, merapihkan mainan, mandi dll. Ada kalanya anak dengan mengatakan enggak mau, no, nanti atau tidak jarang diikuti rengekan atau tangisan. Selain adu argumen, terkadang membuat kita harus menarik nafas panjang dan tidak jarang merasa capek atau kesal. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan mengajarkan perilaku koperatif pada anak.

Artikel yang ditulis oleh Bay Hinrlz, Peterson, Quilitch tahun 1994, menjelaskan bahwa perilaku koperatif adalah perilaku dimana seseorang melibatkan diri untuk mau bekerja sama atau membantu orang lain. Contoh dari perilaku koperatif meliputi: mau berbagi, mau bekerja sama untuk mencapai tujuan besama bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama, mau menawarkan atau memberikan bantuan kepada orang lain. Sejak usia dini, perilaku kooperatif memiliki peran yang sangat penting dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik dengan anggota keluarga di rumah atau dengan teman dan guru di sekolah. Hal ini agar antara anak dan orang di sekitarnya dapat bekerja sama mencapai tujuan yang diinginkan bersama dengan cara yang lebih mudah dan efektif. Menurut artikel yang disampaikan oleh Julius tahun 2019, perilaku koperatif berdampak pada hubungan jangka panjang yakni sebagai landasan untuk membangun hubungan persahabatan, pernikahan bahkan membangun karier.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu