Mempersiapkan Anak Bertemu Psikolog

Bagi sebagian besar anak, mereka akan merasa nyaman untuk datang ke psikolog selama didampingi oleh pengasuh utama atau orangtua mereka saat pertama kali ke klinik. Namun demikian, pengasuh utama biasanya memiliki kekhawatiran dalam menjelaskan kepada anak mengapa ia dibawa ke psikolog. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Sebelum anda membuat janji, jelaskanlah kepada anak anda secara terbuka dan jujur mengenai keinginan anda untuk bertemu dengan psikolog beserta dengan alasan anda membawa ke psikolog. Gunakanlah bahasa yang sesuai dengan pemahaman anak seusianya.
  • Jelaskanlah pada anak anda bahwa ia bisa membicarakan secara terbuka apa yang mereka rasakan dan pikirkan kepada psikolog. Yakinkanlah pada mereka bahwa kerahasiaan antara mereka dan psikolog terjamin, khusunya pada anak yang sudah cukup besar (di atas 7 tahun).
  • Untuk anak yang lebih kecil (usia pra-sekolah), saat waktu bertemu sudah mendekati beberapa hari lagi, ingatkanlah ia bahwa besok atau beberapa hari lagi ia akan bertemu dengan psikolog, anda bisa menyebutkan nama psikolognya, sehingga anak bisa lebih mempersiapkan diri.
  • Untuk anak usia antara pra-sekolah hingga 7 tahun jelaskan dengan menggunakan bahasa yang mereka pahami mengenai kemana mereka akan pergi, dan apa yang nantinya akan mereka lakukan di sana seperti bermain dengan mainan, menunggu di ruang bermain saat mama berbicara dengan psikolog, menggambar, dan sebaginya.
  • Jika anak tetap merasa cemas untuk datang ke psikolog, yakinkan ia bahwa anda akan bersamanya terus selama pemeriksaan, atau menunggu tepat di depan ruangannya. Jika anak merasa nyaman membawa mainan atau benda kesukaannya, hal itu diperbolehkan.
  • Pastikan anak anda sudah makan dan minum serta berisitirahat dengan cukup saat akan melakukan kunjungan ke psikolog, karena pemeriksaan dan terapi akan berlangsung selama lebih dari 60 menit/ sesi.
  • Jika anak masih merasa “aneh” untuk bertemu dengan psikolog, jelaskan kepadanya bahwa banyak juga orang lain yang bertemu dengan psikolog, termasuk orang dewasa dan anak lain yang memiliki masalah yang sama dan memandang psikolognya sebagai sosok yang mendampingi mereka melalui masalahnya.
  • Yakikanlah kepada anak bahwa mereka tidak perlu memberitahukan kepada orang lain tentang pertemuan mereka dengan psikolog  dan yakinkan kembali bahwa apa yang mereka katakan kepada psikolog bersifat rahasia (terdapat situasi yang mengharuskan rahasia dibuka yaitu menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain, dan kasus pelanggaran hukum) dan apa pun yang akan diberitahukan kepada orangtua mereka akan dengan seijin anak terlebih dahulu.

 

Membangun rapport pada pertemuan pertama dengan anak dan keluarga merupakan hal penting yang perlu kami lakukan demi keberlangsungan hubungan klien-psikolog yang harmonis. Para psikolog di Rainbow Castle memiliki kemampuan kuat untuk membangun raport dengan anak untuk membuat mereka cukup tenang dan mengurangi kekhawatiran mereka saat pertemuan pertama dan sesi selanjutnya. Meskipun begitu jika anda tetap memiliki kekhawatiran, jangan ragu untuk menghubungi Rainbow Castle kami via WA maupun telpon.

Menu