Coba kita posisikan diri kita sebagai si bayi.. Sedang asik asiknya meringkuk di rahim bunda, hangat,tenang dan damai..tiba tiba harus “terpaksa” keluar dan bertemu dengan dunia baru! Dingin, serba baru, aneh dan segala rupa yg campur aduk tak terkira..⁣ ⁣

Kira kira bagaimana ya rasanya? Tentu takut..cemas..bingung..dan tidak aman.. 😥😥⁣ ⁣

Oleh karena itu, bunda dan ayah, sebagai figur pertama yg dipertemukan dengan si bayilah yg memegang peran penting disini.⁣ Ciptakan rasa aman bagi bayi.. Sampaikanlah pesan: “nak..dunia baru mu ini tidak semenakutkan itu kok..dunia ini indah lho nakk..nyaman sekali..ayah bunda janji deh akan bikin km nyaman di sini,buat km tenang ya nak..”⁣ ⁣

Bagaimana caranya yaaa?⁣⁣
Yaitu dengan berusaha responsif dengan kebutuhan bayi.. Jika bayi menangis,ayah dan bunda berusaha “membaca” situasi apa yaa yg buat dia menangis? Lalu segera bantu bayi menenangkan dirinya,misalnya dengan digendong,dipeluk, di puk puk atau cukup ditenangkan dgn suara halus dr ayah dan bundanya..⁣ ⁣

Kapankah momen emas menciptakan rasa aman dpt dilakukan?⁣⁣
Yaitu saat menyusui,memandikan,menyuapi makanan dan menidurkan bayi.. Berikan sentuhan lembut dan jalin kontak mata hangat antara bayi dan orangtua ❤ .⁣ ⁣

Nah lama-kelamaan,saat ayah dan bunda secara rutin merespon kebutuhan bayi,bayi akan belajar meregulasi dirinya sendiri..jd lama kelamaan bayi nggak akan terlalu sulit untk ditenangkan karena ia sudah belajar bahwa akan ada orang orang di dekatnya yang secara rutin akan datang memberikan ketenangan, bayipun mengembangkan kemampuan self soothe dengan sendirinya 😊😊⁣ Selamat bersayang sayangan dengan bayi mungil yaa mampap ❤⁣⁣
⁣⁣
Psikolog anak @belindagustya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu